Analytical Exposition (Pertemuan Ke 7)

 Analytical Exposition (Pertemuan Ke 7)

 

Assalamualaikum Wr. Wb

Hello everyone welcome to this website, I hope you always healthy and happy. After you understand the Biography text and we are going to the next chapter is also about a text! 

 



A. Pengertian Analytical Exposition

Berdasarkan contoh di atas, kita dapat mengambil kesimpulan dari text ini. Analytical exposition adalah teks yang memuat pemikiran penulis mengenai hal – hal yang terjadi di sekitarnya. Hal tersebut dapat berupa benda, kejadian, atau suatu tempat.

Analytical exposition termasuk dalam jenis argumentative text. Hal ini dikarenakan teksnya berisi suatu pendapat dari penulis terhadap sesuatu. Teks jenis ini berfungsi untuk meyakinkan pembaca mengenai topik yang dihadirkan, yaitu topik yang penting untuk dibicarakan. Namun perlu diingat, bahwa text jenis ini tidak bertujuan untuk mengubah sudut pandang pembaca, hanya berisi pendapat penulis.

Teks jenis ini sangat mudah dijumpai, terutama bagi kalangan akademika. Biasanya, analytical exposition ditulis di buku – buku ilmiah, jurnal, artikel koran, jurnal, atau sumber artikel lainnya. Selain berfungsi untuk meyakinkan pembaca, teks ini juga berfungsi untuk membuat pembaca sadar akan isu yang diangkat penulis.

 

Ciri – ciri Teks

Untuk membedakan dengan jenis teks lain, analytical exposition memiliki beberapa ciri, diantaranya:

1. Simple Present Tense

Analytical exposition menggunakan tenses simple present tense. Meskipun teks yang dibaca merupakan kejadian yang sudah lampau, namun argumen yang ditulis haruslah menggunakan simple present tense. 

2. Berisi Alasan

Analytical exposition text dicirikan mengandung argumentatif hasil buah pemikiran sang penulis. Argumen ini diperkuat dengan alasan – alasan dari sang penulis.

3. Menggunakan Causal Conjunctions

Teks ini menggunakan causal conjunctions (reason – why) atau sebab akibat. Hal ini ditandai dengan penggunaan kata because, despite, due to, as a result, for that reason, by, consequently, dan lainnya. 

4. Menggunakan Kata Penghubung atau Internal Conjunction

Internal conjunction merupakan kata yang menghubungkan argumen diantara dua klausa. Dimana diklasifikasikan menjadi empat kategori, diantaranya:

  • Addition yang berarti penambahan, misalnya besides, in additon, further.
  • Comparisons yang berarti perbandingan, misalnya vice versa, meanwhile, but, on the other hand.
  • Time yang berarti waktu, misalnya next, then, second, third.
  • Cause effect berarti akibat, misalnya the result, so, consequence, as a result.

5.  Menggunakan Kata Ekspresi

Analytical exposition menggunakan kata – kata yang berisi pikiran dan perasaan penulis akan suatu hal. Contoh kata yang digunakan adalah feel, know, experience, sense, think, dan lainnya.

6. Menggunakan Kata Evaluatif

Selain berisi argumen, analytical exposition juga menggunakan kata – kata evaluatif. Misalnya trustworthy, valuable, important, dan lainnya.

 

B. Generic Structure of Analytical Exposition

Untuk membuat teks jenis ini, kamu memerlukan struktur penulisan. Meskipun isi dari teks adalah buah pemikiran dan argumen milikmu, tapi kamu harus tetap menggunakan kaidah penulisan berdasarkan struktur penulisannya.

Analytical exposition terdiri dari tiga struktur, yaitu thesis, arguments, dan conclusion. Penjabarannya seperti di bawah ini:

1. Thesis

Jangan membayangkan thesis seperti pada pembuatan thesis pascasarjana. Tentu sangat berbeda. Pada bagian Thesis ini, penulis menginformasikan kepada pembaca tentang pokok bahasan yang akan didiskusikan. 

Paragraf pertama pada analytical exposition adalah isi dari thesis. Pada bagian ini, kamu dapat mengetahui alasan mengapa penulis memberikan pendapat terhadap apa yang menjadi pokok bahasannya pada bagian thesis.

2. Arguments

Paragraf setelah thesis berisi tentang arguments dari penulis. Argumen ini berisi pendapat – pendapat yang mendukung ide pokok, dimana juga dapat dituangkan dalam beberapa paragraf. Semakin banyak penulis mengutarakan argumen, maka teks analytical exposition ini akan lebih menarik. Ini dikarenakan, pembaca menjadi semakin percaya terhadap peristiwa jika terdapat banyak pendapat pendukung.

3. Conclusion

Conclusion terletak di akhir teks analytical exposition sekaligus menjadi paragraf penutup. Conclusion beisi tentang kesimpulan atas inti dari ide yang disampaikan oleh penulis.

Source :

https://www.kampunginggris.id/anpengertian-rumus-ciri-dan-contoh-analytical-exposition

 ***Tugasnya pahami tentang analytical exposition dan rangkum didalam buku bahasa inggris


Untuk Mengisi kehadiran klik link ini:

http://bit.ly/Presensike-7

 

Komentar

Popular Posts

Let's Try Your Understanding About Job Application Letter! (Pertemuan Ke-24)

Offering Help (Menawarkan Bantuan) Pertemuan Ke 4